Showing posts with label Workshop. Show all posts
Showing posts with label Workshop. Show all posts

Saturday, December 8, 2012

Workshop Sekolah Rabu Pemberdayaan Wanita

Hallo Quillers,

Apa kabar kalian semoga sehat selalu yaa. Kali ini saya akan berbagi cerita ketika Doddolide main mengisi Workshop Sekolah Kreatifias Hari Rabu di Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sekitar Bulan September yang lalu (lama banget ya baru bisa di posting ini). Workshop tersebut terselenggara selama 2 hari yakni Hari Rabu pekan pertama Bulan September dan hari Rabu di pekan pertama Bulan Oktober ini. Nah, sekolah ini dilaksanakan hari setiap hari Rabu pekan pertama setiap bulannya. Isinya berbeda disetiap pertemuan, materinya berisi berbagai keterampilan. Tetapi inti dari workshop sekolah hari Rabu ini adalah untuk memberdayakan kaum wanita di Kecamatan Tempel (salut sekali dengan semangat mereka) dengan berbagai keterampilan dan potensi yang ada disekitar.

Dua hari workshop bersama Ibu-Ibu delegasi dari seluruh Kecamatan Tempel terisi dengan sangat menyenangkan. Paper Quilling merupakan hal baru bagi mereka. Awalnya ketika melihat berbagai contoh produk dari saya, mereka terheran-heran. Kok bisa kertas dibuat berbagai kerajinan yang bernilai seni dan bernilai ekonomi yang lebih tinggi. Nah kemudian dari rasa penasaran itulah mereka mulai ingin tahu dan ingin belajar. Awalnya, saya hanya mendapatkan satu slot hari untuk mengisi workshop tersebut. Tetapi karena antusiasnya tinggi jadi ditambah menjadi 2 hari, alhamdulillah.  Alhamdulillah pesertanya cukup banyak. Ini dia saya bagi foto-fotonya.

Bnyak cerita menarik seputar workshop ini. Awalnya, ibu-ibu bingung dengan sejarah awal mula Paper Quilling ini. Tapi setelah mencobanya jadi antusias dan mulai mengerti. Pesertanya kebanyakan Ibu Rumah Tangga yang menjadi delegasi bagi Desa di Kecamatan Tempel. Ternyata di Kecamatan Tempel ini ada sekolah khusus untuk para delegasi Ibu-Ibu di daerah yang lebih kecil lingkupnya (Tingkat desa dan Dusun). Sekolah ini bertujuan untuk memberdayakan wanita di Kecamatan Tempel. Diharapkan ibu-ibu delegasi tersebut bisa menyebarkan ilmu yang di dapat dari Sekolah Kreatifitas Rabu.

Jujur saja ya, saya senang sekali bisa berbagi dan belajar bersama dengan mereka. Memang dibutuhkan kesabaran yang lebih banyak, tetapi semua itu terbayar dengan rasa antusias mereka yang sangat tinggi. Bahkan salut ada Ibu-Ibu yang sudah tua (sepuh) yang masih semangat untuk ikut. Keren sekali pokoknya. Saya hanya bisa tersenyum dan semangat saya untuk belajar bersama mereka menjadi lebih membara daripada sebelumnya. Suasana Workshop juga sangat ceria dan gembira, diselingi celotehan ibu-ibu yang khas (cerewet dan yahhh tahu kan kalau ibu-ibu ngumpul pasti jadi heboh banget). Tidak ada kesan menyerah sedikitpun.

Materi di Hari pertama adalah pengenalan teknik quilling, terutama untuk teknik Gulungan Padat. Produk yang mereka coba kerjakan adalah bros (mereka suka sekali ^^). Sedangkan untuk hari kedua lebih ditekankan pada teknik dasar quilling yang lainnya, seperti membuat gulungan longgar, bunga mawar dan bunga krisan.

Nah penasaran bagaimana serunya? Ini dia foto-fotonya

Ibu ini paling banyak nanya nih. Begitu Jepit rambut kupu-kupunya selesai, eh langsung dipakai deh. Lucu banget.

Ini nih, saya salut sama beliau yang sudah sepuh (peserta yang paling "dewasa", diantara ibu-ibu hehehe) tetapi tetap masih semangat membuat Quilling Brooch.

Ini juga ibu-ibu yang semangat belajar Quilling.

Nah kalau ini baru nyontek tutorial Quilling Shape yang saya buat untuk Workshop. Kreatif banget ternyata ya ibu-ibu ini. Mereka tidak mau melewatkan sedikitpun ilmu yang mereka peroleh untuk mereka serap. 

Kalau yang ini hasil menconteknya Tutorial Quilling Shape. Dalam hal ini contek mencotek saya perbolehkan deh, ehehehehehehe :p

Nah ini diakhir pertemuan Ibu-Ibu berfoto bareng menunjukkan karyanya (meski gak kelihatan sih, gakpapa deh yang penting mejeng). Ini jadi kenang-kenangan saya yang membuat saya selalu bersemangat.

Gimana? Seru kan? 

Kalau anda juga ingin belajar Paper Quilling juga dan tertarik untuk seperti Ibu-Ibu diatas, tinggal hubungi saya. Bisa perorangan ataupun kelompok, anak-anak juga bisa lho. Oh iya, karena saya berdomisili di Jogja, maka untuk sementara ini saya hanya melayani workshop untuk Jogjakarta dan sekitarnya saja (Magelang, Solo, dan sekitarnya). Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi saya di 081228174278 (Desti).

Baca artikel saya juga tentang workshop Paper Quilling di :

Friday, November 16, 2012

Behind The Scene Laptop Si Unyil Trans 7 Episode Si Unyil dan Melani Main ke Doddolide

Hallo para pecinta Paper Quilling,

Bagaimana kabar kalian semoga sehat selalu yaaaaa. Hari ini saya mau berbagi kebahagiaan nih.. Heheheheh, alhamdulillah tanggal 15 November 2012 Doddolide (saya) diliput oleh Trans 7 dalam acara Laptop Si Unyil. Hehehehehe rasanya membuncah bahagia deh. Apalagi bisa ketemu langsung sama si Unyil dan Melani.

Beberapa minggu (2 minggu tepatnya) sebelum liputan, saya dihubungi oleh kru pihak Laptop Si Unyil. Awalnya tidak percaya dan kaget juga. Karena sebelumnya belum pernah ada media massa yang meliput hobi saya ini. Rasanya seneng dan bahagia banget sekaligus jadi bingung sendiri, apa iya sih, setengah tidak percaya. Mereka hanya memberitahu saja sih dan sekadar mencari info dari saya waktu itu.

Selang satu minggu kemudian akhirnya saya dihubungi lagi dari Laptop Si Unyil dan (akhirnya) jadi liputan. Ahh rasanya seneng luar biasa, ups, tapi ndak boleh terlalu senang juga. Hehehehe. Akhirnya tanggal 15 November 2012 Laptop Si Unyil jadi liputan ke Doddolide juga sih.

Alhamdulillah acara liputan sangat lancar. Kali ini saya dibantu oleh 2 tanlent. Mereka adalah Ican dan Hasyim. Dua anak ini sangat antusias begitu akan dishooting TV, tetapi begitu setelah selesai mereka jadi malu sendiri dan gak pede. Awalnya sangat semangat, akan tetapi akhirnya mereka mengaku kapok setelah setengah hari shooting Laptop Si Unyil. Mungkin karena mereka cepat bosan juga kemudian juga karena faktor umur juga sih, masih sangat moody.

Memang hari dimana shooting dilakukan adalah hari yang melelahkan. Karena beberapa kali diambil gambarnya dan ada beberapa adegan yang harus ulang. Tapi bagi saya, ini adalah pengalaman yang berharga, sekaligus sangat merasa bersyukur sekali bisa diliput oleh TV Swasta Nasional. Meski bukan pertama kali shooting untuk TV akan tetapi tetap saja rasa antusias dan berdebar-debar itu masih ada.

Persiapan pun dilakukan. Kamar tamu yang awalnya penuh dengan kursi-kursi besar akhirnya disulap jadi lesehan dan tempat display karya (jadi mejeng deh). Alhamdulillah saya cukup senang dengan displaynya (meski tidak tidur semalaman).

Cerita diawali dari Ican dan Hasyim yang sedang asik main Paper Quilling. Mereka belajar membuat berbagai bentuk boneka dari Paper Quilling. Kemudian saya pun juga asik bermain Paper Quillingnya. Hehehehe. Ican membuat pensil ikan, dan Hasyim membuat boneka kura-kura. Dan saya sendiri membuat pot bunga mawar. Cerita selengkapnya nonton saja ya di Laptop Si Unyil yang InsyaAllah akan tayang di Trans 7 pada tanggal 19 November 2012 pukul 13.00 WIB.

Nah penasaran gimana proses dibelakang layar Laptop Si Unyil Episode: Si Unyil dan Melani main ke Doddolide? ada beberapa gambarnya nih yang bisa kalian lihat. Sayangnya, karena saya jadi artis dadakan sebentar (:p)  maka saya ndak bisa ambil foto banyak nih, Jadi saya bagikan beberapa saja yaaa :)

Ini ceritanya saya baru diambil gambarnya, hehehe (kebanyakan tangan saya sih yang di"shoot"

Kalau ini adegan dimana saya sedang memotong kertas (lanjutan)


Kalau ini Hasyim sedang "take"

Ini juga masih Hasyim yang sedang take beberapa kali

Kalau ini suasana pengambilan gambar yang menyeluruh (saya juga ikutan di"shoot)

Nah kalau ini Ican yang sedang di"take" gambarnya. Ketika Ican diambil gambarnya, dia masih saja grogi dan beberapa kali mengulang adegan

Ini dia Si Unyil dan Melani yang sedang "take" adegan ngobrol.

Ini dia legend-nya anak-anak. Si unyil.

Dan kalau ini saya sendiri yang sedang di"take" gambarnya ketika membuat pot bunga mawar. Pegel juga ini ngomong-ngomong ketika nunduk.

Kalau yang ini si Melani dan Unyil sedang "take" adegan ketemu dan ngobrol. Backgroundnya karya saya *senang, nyengir lebar*

Kalau ini Melani yang sedang lihat-lihat karya saya. ternyata Melani mengambil bunga mawar saya lhooo *senyum*

Pengalaman yang luar biasa deh hari itu. Benar-benar menyenangkan sekaligus tidak percaya. Ternyata, jadi artis itu sangat melelahkan yaa. Apa yang terlihat selama ini di layar kaca kok ternyata berbeda seratus delapan puluh derajat ya. Yah, yang paling penting adalah bersyukur sih apapun kondisi kita. Iya nggak?

Pokoknya jangan lupa nonton tayangannya ya di Laptop Si Unyil Trans 7 Senin, 19 November 2012 pukul 13.00. Jangan sampai terlewat lho.

Special Thanks to :

Abah dan Ibu, Mbak Opi, Mas Dji, Dek Uun, Little Khansa, Kakak, 2 talent-ku : Ican dan Hasyim, Mas Angga dan Mbak Ari (Kru Laptop Si Unyil), Toko Pigura Bahagia (yang jadi last minute saver Paper Quilling saya), Mas Aric (terimakasih pinjaman pensil boxnya saya). Terimakasih atas segala bantuan dan dukungannya. Semoga bermanfaat.

Keep craft on ^^

Sunday, November 11, 2012

Quilling Workshop: Man Can't Quill?

Hallo, Selamat malam ^^

Wah lama sekali saya tidak menulis tentang workshop ya. Oh iya, ini memang dasar sayanya aja yang malas nulis nih. Hehehe ketahuan deh. Workshop ini sebenarnya berlangsung bulan Juli (ya ampun lama banget ya, baru tayang sekarang). Workshop ini diikuti oleh perorangan.

Kali ini, yang mengikuti workshop adalah seorang mas-mas alias lelaki yang ingin belajar Paper Quilling. Awalnya saya agak bingung untuk materi workshopnya. Selama ini yang ikut workshop adalah perempuan dan anak-anak, jadi untuk materi lebih mudah mencarikannya. Nah, agak kaget juga ternyata ada laki-laki yang tertarik dengan seni menggulung kertas ini. Namanya Kak Saiful.

Beliau ini tertarik dengan paper quilling karena ternyata dunia yang biasa digelutinya tidak jauh dari seni menggulung kertas. Akan tetapi, yang dikerjakannya sehari-hari adalah membuat hiasan mahar pernikahan dari uang kertas. MEskipun dengan media kertas sama, akan tetap ada perbedaan yang cukup signifikan, karena uang kan tidak mungkin dipotong-potong sampai ukuran 3 mm. Uang itu dilipat, kalau Peper Quilling kan butuh paper strip kecil-kecil alias kertasnya dipotong-potong.

Akhirnya saya mempunyai ide untuk membuat pembatas buku. Namun, tekniknya dikupas tuntas dalam workshop kali ini. Berikut ini adalah galeri foto-fotonya.

Pembatas buku buatan saya

Proses pembuatannya

Nah ini dia orangnya (Kak Saiful)

Hasil karya workshop kali ini (sebelah kiri yang berwarna kuning adalah karya Kak Saiful, yang sebelah kanan milik saya).

Tantangan yang dihadapi dalam workshop kali ini adalah dibutuhkan kesabaran dan ketelitian yang lebih. Mungkin karena laki-laki ya, jadinya kurang telaten dan kurang sabar kalau belajar ini. Tetapi dengan niat dan tekad yang besar untuk belajar siapapun bisa kok, meski dia adalah laki-laki. 

Man can't quill? Ternyata bisa juga kok ^^.

Bagaimana? Semoga bermanfaat ya. Ohya, beberapa waktu lalu banyak juga yang menanyakan kepada saya tetang workshop. Berikut ini adalah informasi apabila kalian ingin workshop Paper Quilling juga. 

  • Untuk sementara ini workshop hanya bisa dilaksanakan di sekitar Yogyakarta saja (karena saya berdomisili di Jogja). 
  • Biaya satu kali workshop adalah Rp. 85.000/Orang Dewasa, Rp. 60.000,-/Anak-anak. Untuk Grup biayanya adalah Rp. 75.000,-/orang dewasa, Untuk grup anak-anak Rp 45.000/anak. Grup dapat terdiri dari 3-4 orang atau lebih.
  •  Alat dan Bahan disediakan (karya bisa dibawa pulang).
  • Materi bisa menyesuaikan dengan peserta workshop (Bisa rikues)
  • Workshop bisa diikuti oleh orang dewasa (baik laki-laki ataupun perempuan), remaja, anak-anak (untuk anak-anak dibawah usia kelas 3 SD harap didampingi oleh orang tua.
  • Workshop bisa diadakan di lokasi peserta workshop (bisa datang kerumah atau ke lokasi)
Apabila berminat bisa langsung mengubungi 081228174278 (07.00-21.00 WIB). 

Semoga informasi ini bermanfaat ya ^^.

Keep Craft On :)

Thursday, July 12, 2012

Paper Cutter vs Mini Paper Shredder

Gutten Nacht ^^

Selamat malam kawan-kawan. Saya hadir kembali nih. Kali ini saya membahas postingan mengenai hasil potongan Paper Cutter dengan Mini Paper Shredder. Beberapa waktu yang lalu saya telah menuliskan mengenai Mini Paper Shredder (tulisan dan gambarnya bisa dibaca dan dilihat di sini). Nah meski imut-imut sekali paper shredder-nya tetapi ternyata hasilnya kurang memuaskan (menurut saya). Berikut ini ada gambar hasil potongan dan perbandingannya. 

Gambar ini adalah hasil potongan Mini Paper Shredder. Pinggirnya bergerigi dan tidak halus. Kemudian timbul serabut kasar juga dibagian hasil pemotongannya. Untuk waktu pengerjaannya memang sangat mudah dan menyenangkan, karena sangat menghemat waktu dan tenaga, sekaligus bisa sambil bermain-main. 
Saya sih tetap menggunakannya kok meski hasilnya kurang maksimal. Kalau mau hasil potongannya bagus dan juga rapi kita bisa gunakan Paper Shredder listrik (for your information: harganya rata-rata mahal kawan). Berhubung modal saya masih sedikit maka saya mengakalinya dengan menggunakan Paper Cutter. Penggunaan Paper Cutter ini memang lebih halus. Kekurangannya adalah saya harus mengukur sendiri ukuran kertas yang akan dipotong dan juga harus teliti dan berhati-hati agar presisi hasil potongannya.

Berikut ini saya bagi foto alat Paper Cutter yang saya miliki. Saya suka sekali dengan Paper Cutter ini, mengapa demikian? Karena bisa memudahkan saya dalam bekerja, meski tidak hemat waktu dan tenaga. dan bisa digunakan untuk potong kertas apa saja asal ketebalannya disesuaikan.
Oh iya, meski tidak terlihat berbahaya, akan tetapi harus tetap berhati-hati, karena tetap saja sebuah pemotong kertas dari besi yang cukup tajam. Jari telunjuk saya pernah menjadi korbannya, walhasil sampai terlihat dagingnya *agak serem sih memang* Hehehehe maaf ya, untuk pembelajaran saja. Jadi memang harus-hati hati sih dalam bekerja. Mengingatkan lagi agar dijauhkan dari anak-anak.
Kertas Paper Quilling yang saya gunakan itu ada tiga ukuran utama yakni 1 cm, 5 mm dan 3 mm. Kebetulan nih Paper Cutter saya hanya bisa mengukur ukuran 5 mm dan 1 cm. Nah, saya mengkreasikan Paper Cutter saya dengan kertas milimeter blok, sehingga bisa digunakan untuk mengukur kertas sampai 3 mm. Alhamdulillah lebih mudah apabila menggunakan milimeter blok. Berikut adalah beberapa foto close up-nya
Ini untuk ukuran kertas 3mm. Tinggal menghitung jumlah kotaknya saja (1 kotak untuk 1 mm)
Ini ukuran 5 mm (atas) dan 3 mm (bawah). Kalau gambar berikut ini saya letakkan di bagian bawah Paper Cutter-nya, karena ukuran Paper Cutter punya saya lebih besar darri ukuran A4.
Berikut adalah langkah dalam memotong kertas dengan menggunakan Paper Cutter.
1. Ukurlah kertas yang akan dipotong, sesuaikan dengan kertas yang ingin dipotong
2. Kemudian tutuplah penjepit kertas agar kertas tidak bergeser
3. Tekanlah tuas pemotong kebawah dan usahakan agar tetap merapat di pinggir pemotong
4. Kertas terpotong dengan sempurna.
Untuk kertas yang dipotong hanya bisa dipotong maksimal 12 lembar, akan tetapi untuk presisi dan hasil potongan yang rapi dan bagus maka kertas yang dipotong maksimal 5 lembar saja. Tips agar bisa rapi dan hasil potongannya sama adalah dengan mengelem dibagian pinggir kertas. Dengan demikian kertas bisa terkunci dan tidak "lari" kesana-kemari.
Ini dia perbandingan hasil potongan Mini Paper Shredder (kiri) dan Paper Cutter (kanan). Sangat berbeda bukan.

Semoga tulisan kali ini bisa bermanfaat buat para Quiller newbie yang bingung cara potong kertasnya dan juga semoga bisa menginspirasi.

Apabila di tempat kalian tidak ada yang jual Paper Cutter saya bisa membantu menyediakannya. Nanti tinggal ganti biaya alatnya dan juga ongkos kirim. Paper Cutter yang saya beli termasuk murah, saya sudah membandingkan dengan toko lain di wilayah saya. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi saya di 081228174278 atau doddolide@gmail.com


Terimakasih dan Keep Quilling ^^

Saturday, June 30, 2012

Mini Holiday Workshop Paper Quilling Notes

Gute Nacht ^^

Hello duniaaaa.. selamat malam *sambil meringis kedinginan*... Apa kabar kalian disana? Wah hari terakhir di bulan Juni. Cepat sekali waktu berlalu yaaaa..Selamat datang bulan Juli yang selalu memberi inspirasi. Kebetulan nih, dihari terakhir di bulan Juni ini saya mengisi hari saya dengan mengadakan Mini Holiday Workshop Paper Quilling Notes. Nah sesuai dengan namanya, workshop ini memang saya adakan ditengah musim liburan. Bulan Juni ini berbarengan dengan musim liburan anak sekolah. Alhamdulillah beberapa hari lalu saya diminta untuk menghadap Dosen saya ketika saya kuliah *sekarang pun masih dekat, selain rumahnya dekat, hehehehe*. Beliau tertarik dengan kerajinan Paper Quilling yang saya tekuni saat ini, maka beliau meminta saya untuk memberi tutorial kepada putri-putriya beliau. Hehehehehe alhamdulillah. Senang sekali rasanya mendapat tawaran itu.
Hehehehehe, ini adalah workshop perdana saya dan alhamdulillah tidak mendapat kesulitan berarti, karena saya pada dasarnya bermain dengan anak-anak. Menjadi anak-anak untuk sementara waktu ^^. Workshop ini diikuti oleh 6 anak. terdiri dari 4 anak usia SD dan 2 anak usia TK. Oh iya, tips buat kalian, apabila terdapat anak usia pra sekolah dasar, maka sebaiknya didampingi oleh keluarga atau orang tua ataupun orang yang dewasa, mengingat motoriknya masih dala tahap perkembangan.
Oke langsung saja ya ceritanya... Ini dia ceritanya hehehehe


Hari ini pukul 11.30 WIB bertempat di Rumah Ibu Emil (Ibu Dosen saya) Mini Holiday Workshop Paper Quilling Notes dilaksanakan. Ayu, Intan, Nadia, Bila, Lala dan Laras adalah peserta  mini workshop kali ini. Meski masih usia SD dan TK, jangan diragukan semangat mereka. Dengan antusiasme yang tinggi mereka mengikuti workshop ini. Menyenangkan sekali pokoknya. Laras dan Lala adalah peserta usia TK, sedangkan Intan, Nadia dan Bila adalah peserta usia SD. Meski Laras dan Lala masih TK mereka tidak mau kalah dengan kakak-kakaknya.
Bahan dan alatpun dibagi, mereka segera menyerbunya dengan penuh semangat. Mereka mendengarkan dengan penuh antusias. Dasarnya anak-anak mereka bermain sambil berceloteh ria  berjalan kesana-kemari. Nah disinilah kita harus sabar menghadapi mereka. Meskipun demikian mereka tetap bisa mengikuti workshop kali ini dengan baik karena pada dasarnya ini adalah permainan bagi mereka. Dari bahan dan alat yang ada mereka membuat buku notes.
Awalnya mereka masih malu-malu dan masih kebingungan mengikuti tutorialnya. Rasa takut salah dan kurang percaya diri, masih membayangi mereka sehingga  sedikit-sedikit bertanya dengan polosnya. "Mbak ini benar enggak", "Mbak kalau begini tidak apa-apa?, "Salah enggak Mbak? "Punyaku jelek ya mbak...? "Ini gimana mbak, kok enggak bisa?, "Aku enggak bisa mbak *padahal mereka belum mencoba*." itulah beberapa celoteh mereka.
Ini kesempatan saya untuk menanamkan kepada mereka bahwa untuk tidak takut salah dalam belajar dan menjadi lebih percaya diri. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk itu. Meski kadang sindrom gak pede dan takut mencoba masih sering melanda saya juga. Hehehehe...Namanya juga usaha perbaiki diri ^^
Mereka anak-anak yang kreatif sekali. Dibekali dengan Paper Quilling Kit dan Craft Punch, mereka bisa menghasilkan karya yang indah khas anak-anak. Warna-warni, dan ceria.

Ini dia beberapa foto yang berhasil saya abadikan. Semoga kalian juga ikut merasakan keceriaan mereka yaaa ^^
Dia adalah Laras, ia masih duduk di bangku TK, meski pendiam dan tidak banyak bicara ia tetap bersemangat dan rasa ingin tahunya besar. Ia tidak menyerah jika tidak bisa. ini hasil tangan mungilnya. Baguskan?
Nah kalau yang ini adalah Nadia, Putri kedua Ibu Emil. Ia menjadi pemalu ketika di foto. tapi sebenarnya ia anak yang suka cari perhatian *dalam hal yang postif*
Lala, panggilannya. Dia adalah peserta yang mencuri hati saya. Meski masih TK, ia berhasil membuat 2 buah notes. Satu untuk dirinya satu untuk Uminya (bu Emil). Dia adalah putri ketiga dari Bu Emil. Saya salut dengannya. Baru saja kenal sebentar eh dia sudah lulut (akrab) sama saya.
 Kalau yang ini Intan namanya. Dia berlibur sedang di Jogja. Sekolahnya di Jawa Timur. Pekerjaan dia ternyata yang paling Colorfull. Intan masih duduk di bangku kelas 4 SD (mau naik kelas 5 sih). Meski demikian ternyata dia kalah pede-nya dengan Laras yang  masih TK. But it's okay...namanya juga anak-anak.
 Ini dia namanya Ayu, dia adalah kakak Laras. Dia dengan sabar membimbing adiknya yang kadang masih kebingungan. Hasil pekerjaannya kalau boleh saya komentari sih agak diluar dugaan. :)
Nah kalau yang ini Bila, putri pertama dari Bu Emil. Menjadi yang paling besar diantara para peserta, ia menjadi anak yang paling sabar, dan dengan semangat mengajari teman-teman yang lainnya. Dia juga mengkreasikan karyanya berbeda dari yang lainnya. Kita lihat nanti hasil karyanya digambar selanjutnya yaa ^^
 Khas anak-anak, kalau bermain selalu berantakan. Namun demikian yang penting bagi mereka adalah happy, tak peduli berantakan atau tidak.

 Ini Lala serius banget buatin notes untuk Uminya. Dan dia jago lho :)
 Nah berikut adalah gambar hasil karya mereka.. Hare we go..

Nuansa Pink dengan banyak daun mapple merupakan hasil karya Ayu
 Gambar ini bagian belakang dari notesAyu. Benar tak disangka, kreatif sekali. ^^
 Nah kalau ini karya si pencuri hati saya, Lala. notes yang putih dia buat untuk Uminya, sedangkan yang merah untuk dirinya (dia katanya suka warna merah dan pink)

 Kalau yang ini adalah hasil karya Laras. Meski sederhana tapi malah tampil apik dan elegan. Saya suka karyanya. Ternyata dai pandai kombinasikan warna.
 Kalau ini karya si Intan, meski dia banyak ambil gulungan yang sudah jadi, tapi tetap saja menari karena warnanya colorfull.
 Nah kalau yang ini mililk Bila, dia paling terakhir selesainya. coba kita lihat, kenapa dia paling bontot selesainya.
 Ternyata dia menambahkan potongan berbagai punch di setiap halaman notes, pantas jadi lama ^^. Tapi setelah selesai hasilnya jadi bagus dan unik.

 Kalau ini karya si Nadia yang pemalu.
 Ini setelah dikumpulkan dan ternyata hasilnya luarbiasa, mereka kreatif sekali.

 Dan ini berfoto dulu setelah semua selesai.
Semoga, hari ini menjadi hari yang tidak dilupakan oleh mereka. Belajar sambil bermain Paper Quilling. Satu kata yang bisa saya katakan untuk mereka adalah, luarbiasa... Dan menjadi salah satu pengalaman yang sangat menyenangkan dan layak untuk nangkring di memori saya. Hari ini juga telah memberikan banyak pembelajaran kepada saya sendiri.

Kadang kita harus berpikir seperti anak-anak, berpikir kreatif dengan imajinasi tanpa batas.

Sekian dulu ya cerita dari saya. semoga tidak lelah membaca cerita yang panjang ini. Selamat

Nah bagi kalian yang berminat untuk ikut workshop seperti anak-anak diatas bisa menghubungi saya langsung di 081228174278 atau email saya di doddolide@gmail.com

Teruslah berkarya kawan ^^